FIFA Beri Sanksi Berat kepada Thom Haye dan Shayne Pattynama, Timnas Indonesia Kehilangan Dua Pilar Penting

Arazone
By Arazone 4 Min Read

Bisiknews.com, Jakarta – Timnas Indonesia kembali menghadapi tantangan besar menjelang agenda penting kalender internasional. Badan sepak bola dunia FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada dua pemain kunci, Thom Haye dan Shayne Pattynama, yang selama ini menjadi tulang punggung skuad Garuda. Keputusan tersebut dijatuhkan menyusul insiden yang terjadi saat pertandingan melawan Irak pada Oktober lalu dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Isu ini menjadi perhatian besar publik karena sanksi tersebut berdampak langsung pada kekuatan tim di laga-laga resmi mendatang. Kedua pemain naturalisasi berdarah Belanda itu selama ini memiliki peran strategis. Thom Haye dikenal sebagai pengatur tempo di lini tengah, sementara Shayne Pattynama sering menjadi tumpuan serangan dari sisi kiri.

Keputusan FIFA ini datang pada momen krusial ketika Timnas Indonesia tengah berupaya memperbaiki peringkat dunia dan menjaga peluang dalam kompetisi internasional. Absennya dua pemain inti ini tentu memaksa tim pelatih menata ulang strategi permainan.

Detail Sanksi dari FIFA

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (7/11), FIFA menyatakan bahwa Thom Haye dan Shayne Pattynama dijatuhi larangan tampil dalam empat pertandingan resmi yang terdaftar dalam kalender FIFA. Selain itu, keduanya dikenakan denda sebesar 5.000 Swiss Franc atau setara sekitar Rp103 juta.

FIFA menyebut keduanya melakukan tindakan tidak pantas dan protes berlebihan terhadap keputusan wasit Ma Ning asal China pada laga tersebut. Protes keras itulah yang menjadi dasar penjatuhan sanksi.

Dengan demikian, kedua pemain akan absen pada jadwal FIFA Matchday November 2025 dan Maret 2026, yang merupakan periode penting bagi Timnas Indonesia.

Baca Juga  Resmi Bercerai, Pengadilan Kabulkan Permohonan Talak Andre Taulany terhadap Erin Wartia

Dampak Strategis bagi Timnas Indonesia

Ketiadaan Thom Haye dan Shayne Pattynama berpotensi memengaruhi skema permainan Timnas Indonesia. Dalam beberapa pertandingan terakhir, keduanya berperan besar dalam menjaga keseimbangan permainan, baik ketika bertahan maupun saat membangun serangan.

Pelatih Timnas Indonesia kini perlu menyiapkan alternatif pengganti. Beberapa pemain seperti:

  • Marselino Ferdinan
  • Ivar Jenner
  • Pratama Arhan

diperkirakan akan mengemban peran lebih besar untuk menutup kekosongan tersebut.

Situasi ini menjadi ujian kesiapan kedalaman skuad Garuda di level kompetisi internasional.

PSSI dan Suporter Juga Terkena Sanksi

FIFA tidak hanya menjatuhkan sanksi kepada pemain. PSSI juga dikenai denda sebesar 50.000 Swiss Franc atau sekitar Rp1 miliar akibat aksi sebagian suporter Indonesia yang terekam melempar benda ke lapangan pada pertandingan yang sama.

FIFA menilai tindakan tersebut melanggar aspek keamanan pertandingan dan prinsip sportivitas.

Sanksi ini menegaskan pentingnya menjaga atmosfer pertandingan yang kondusif, baik oleh pemain maupun suporter.

Langkah Lanjutan dan Peluang Banding

PSSI saat ini disebut sedang mempertimbangkan banding atas keputusan tersebut. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa federasi tengah mengkaji detail kasus dan menyiapkan dokumen pendukung apabila jalur banding diputuskan.

Langkah ini dilakukan agar posisi Indonesia tetap kuat di mata FIFA dan dapat mempertahankan kekuatan tim pada laga-laga penting yang akan datang.

Sanksi ini menjadi pengingat bahwa disiplin dan pengendalian emosi memiliki dampak besar dalam kompetisi internasional. Situasi yang dihadapi Timnas Indonesia diharapkan dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya menjelang agenda kualifikasi dan turnamen besar.(*)

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *