Bisiknews.com, Jakarta – Industri perfilman internasional kembali diramaikan dengan kehadiran karya terbaru Guillermo Del Toro. Setelah lama dinantikan, sang sutradara akhirnya merilis film “Frankenstein” yang digarap bersama Netflix. Karya ini menjadi salah satu adaptasi yang paling diperhatikan tahun ini, terlebih karena Del Toro dikenal kerap memberikan sentuhan emosional dan artistik yang kuat dalam setiap filmnya.
Film “Frankenstein” membawa kembali kisah klasik ciptaan Mary Shelley ke layar modern, namun dengan pendekatan berbeda dari adaptasi-adaptasi sebelumnya. Del Toro tidak hanya menyoroti wujud makhluk yang selama ini dikenal sebagai monster, tetapi juga menggali aspek kemanusiaannya yang tragis. Pendekatan ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penonton yang menantikan interpretasi baru dari cerita legendaris tersebut.
Selain itu, film ini juga menarik perhatian karena melibatkan jajaran aktor papan atas seperti Jacob Elordi, Oscar Isaac, hingga Cristopher Waltz. Kombinasi sutradara peraih Oscar dan para aktor yang tengah naik daun membuat proyek ini menjadi salah satu rilisan Netflix yang paling dinanti sepanjang tahun.
Adaptasi Frankenstein Versi Del Toro yang Lebih Manusiawi
Berbeda dari gambaran klasik yang menonjolkan sosok monster sebagai makhluk brutal dan tidak berakal, Del Toro justru menampilkan sisi emosional dari sang makhluk ciptaan Dr. Victor Frankenstein. Jacob Elordi, yang dikenal dengan perannya di berbagai film dan serial populer, membawakan karakter makhluk tersebut dengan perpaduan rapuh dan berbahaya yang menjadi ciri khas interpretasi Del Toro.
Dalam film ini, Oscar Isaac berperan sebagai Dr. Victor Frankenstein. Ia digambarkan sebagai sosok ilmuwan jenius, namun sekaligus “ayah” yang toxic dan narsis. Karakterisasi ini memberi lapisan cerita yang lebih kompleks, memperlihatkan dinamika destruktif antara pencipta dan ciptaannya.
Film “Frankenstein” telah resmi tayang di Netflix dan mendapat perhatian besar dari penggemar maupun kritikus.
Sinopsis “Frankenstein”: Obsesinya, Ciptaannya, dan Tragedinya
Latar cerita film ini berada pada abad ke-19. Dr. Victor Frankenstein (Oscar Isaac) digambarkan sebagai ilmuwan brilian yang terobsesi untuk menaklukkan kematian. Ia melakukan eksperimen terlarang dengan menggabungkan potongan tubuh dari berbagai mayat hingga akhirnya menciptakan makhluk hidup (Jacob Elordi).
Namun ketakutan menguasai Victor ketika ia melihat wujud ciptaannya sendiri. Merasa ngeri dan jijik, ia menelantarkan makhluk tersebut tanpa rasa tanggung jawab.
Makhluk itu, yang awalnya polos dan tidak memahami dunia, harus berjuang sendiri di lingkungan yang keras dan penuh penolakan. Seiring waktu, rasa kesepian dan kebencian membentuknya menjadi sosok penuh dendam.
Dalam perjalanan kisahnya, sang makhluk kemudian memburu Victor dan menuntut satu hal: ia ingin dibuatkan pasangan agar tidak lagi hidup sendirian. Jika keinginan itu tidak dipenuhi, ia mengancam akan menghancurkan orang-orang yang dicintai Victor.
Film arahan Guillermo Del Toro ini menggambarkan tragedi hubungan antara pencipta dan ciptaan, serta mempertanyakan siapa sebenarnya “monster” dalam kisah ini—sang makhluk yang diciptakan, atau Victor yang meninggalkannya.(*)
