Jessie Manopo, Doktor Termuda ITB di Usia 25 Tahun dengan Predikat Summa Cumlaude!

By Arazone 5 Min Read

Bisiknews.com, Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Jessie Manopo, sosok muda inspiratif berusia 25 tahun, resmi menjadi wisudawan termuda program Doktor (S3) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada wisuda Oktober 2025. Ia menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih gelar Doktor Fisika dan predikat “Summa Cumlaude”, sebuah pencapaian akademik tertinggi yang jarang diraih di usia muda.

Pencapaian ini menjadi sorotan karena Jessie berhasil menyelesaikan studinya melalui Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) — sebuah skema percepatan pendidikan yang memungkinkan mahasiswa menempuh jenjang S2 dan S3 sekaligus hanya dalam waktu empat tahun. Program ini dirancang untuk mencetak peneliti unggul sejak dini, dan Jessie menjadi salah satu bukti keberhasilannya.

Dalam wawancara yang dikutip dari situs resmi ITB, Jessie mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap program PMDSU muncul saat mendengarkan testimoni dari kakak tingkatnya.

“Awalnya waktu S1 ada kakak tingkat yang juga lanjut S2-S3 dengan beasiswa PMDSU. Beliau diundang ke kampus untuk mengisi acara, dan setelah mendengar testimoninya saya jadi tertarik,” ujar Jessie, Rabu (12/11/2025).

Perjalanan Akademik dari UPI hingga ITB

Perjalanan akademik Jessie dimulai di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di mana ia menempuh studi S1 dengan prestasi gemilang dan berhasil lulus Cumlaude. Kecintaannya terhadap dunia sains, khususnya matematika dan fisika, sudah muncul sejak masa SMA. Ia menilai kedua bidang tersebut mampu melatih logika berpikir dan ketelitian dalam memecahkan masalah.

Titik balik perjalanannya terjadi saat memasuki semester enam. Ketika itu, Jessie mulai tertarik pada bidang Fisika Zat Padat, yang kemudian membawanya fokus meneliti ilmu material dan komputasi ilmiah. Ia pun mulai mendalami Computational Materials Science (Ilmu Material Komputasi) dengan metode Density Functional Theory (DFT) yang akhirnya ia tekuni hingga ke jenjang doktoralnya di ITB.

“Program PMDSU juga memberi kesempatan untuk riset di luar negeri melalui PKPI-PMDSU. Saya memang punya cita-cita untuk berkarier di bidang riset, dan program ini menjadi jalannya,” kata Jessie.

Konsisten di Laboratorium dan Produktif dalam Penelitian

Menjalani dua jenjang pendidikan sekaligus tentu bukan hal mudah. Jessie mengaku kunci keberhasilannya adalah disiplin waktu dan konsistensi dalam menjalani rutinitas di laboratorium.

“Tipsnya, habisin semua kuliah di tahun pertama supaya pada saat tahun kedua bisa mulai fokus riset,” ungkapnya.

Menurut Jessie, sebagian besar materi kuliah S2 di ITB merupakan pengulangan dari jenjang S1, sehingga ia bisa lebih cepat beradaptasi. Selama masa studinya, ia rutin bekerja di laboratorium setiap hari kerja, dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, dan memanfaatkan waktu luang untuk istirahat agar tetap produktif.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Jessie berhasil mempublikasikan enam karya ilmiah internasional, di mana tiga di antaranya sebagai penulis pertama (first author) dan tiga lainnya sebagai co-author. Beberapa publikasi tersebut bahkan dimuat di jurnal bergengsi Q1 Materials Chemistry and Physics (saat S1) dan RSC Advances (saat S2).

Langkah Lanjut ke Dunia Riset Internasional

Setelah lulus dari ITB, Jessie tidak berhenti di situ. Saat ini, ia melanjutkan perjalanan akademiknya sebagai peneliti postdoctoral di Kyushu University, Jepang. Di sana, ia terus mendalami bidang Computational Materials Science, memperluas kolaborasi riset, dan membawa nama Indonesia di kancah ilmiah global.

Langkah Jessie menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih gelar akademik tertinggi. Dengan dedikasi, konsistensi, dan semangat belajar tinggi, setiap orang berpeluang menorehkan prestasi serupa.

Makna Program PMDSU bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Program PMDSU yang dijalani Jessie Manopo merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mempercepat regenerasi akademisi dan peneliti unggul di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa berbakat dapat menempuh jenjang magister dan doktor secara terintegrasi dengan dukungan pembimbing berpengalaman serta kesempatan riset internasional.

Model pendidikan ini dinilai efektif dalam membentuk karakter peneliti muda yang tangguh dan siap bersaing di tingkat global. Kesuksesan Jessie menjadi bukti konkret bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak ilmuwan muda kelas dunia.

Kisah Jessie Manopo, doktor termuda ITB 2025, menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa seseorang meraih puncak prestasi di usia muda. Melalui dukungan program pendidikan unggulan seperti PMDSU, ia berhasil membuktikan bahwa anak bangsa mampu berkontribusi besar di dunia riset internasional.

Kini, dengan predikat Summa Cumlaude dan karier akademik di Jepang, Jessie tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menjadi ilmuwan.(*)

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version