Pendapatan YouTube Shorts Melonjak Tajam, TikTok Mulai Tersisih?

Arazone
By Arazone 4 Min Read

Bisiknews.com, Jakarta – Popularitas konten video pendek semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di platform YouTube melalui fitur Shorts. Tren ini mencerminkan perubahan perilaku konsumsi media digital, terutama di kalangan remaja dan pengguna perangkat mobile.

Di tengah persaingan ketat dari TikTok dan Instagram Reels, YouTube Shorts kini justru memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi perusahaan induknya, Alphabet. Perubahan ini menjadi indikator penting bahwa pola monetisasi platform video global mulai mengalami pergeseran.

Dalam laporan pendapatan Alphabet kuartal III-2025, terungkap bahwa YouTube Shorts kini menghasilkan pendapatan per jam tonton yang lebih tinggi dibanding video panjang (in-stream traditional) di Amerika Serikat. Fakta ini menjadi titik balik dalam strategi konten dan periklanan YouTube, yang sebelumnya lebih mengandalkan format video berdurasi panjang.

CEO Google, Sundar Pichai, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan Shorts sangat berkaitan dengan sistem rekomendasi konten dan pola konsumsi pengguna. Meski tidak mengungkap detail nominal pendapatannya, ia menegaskan bahwa kontribusinya kini semakin besar dalam struktur pendapatan YouTube.

“Di Amerika Serikat, Shorts kini menghasilkan pendapatan per jam tonton yang lebih besar dari in-stream tradisional di YouTube,” ujar Sundar Pichai dalam laporan tersebut.

Sementara itu, Chief Business Officer Google, Phillip Schindler, menyebut bahwa peningkatan ini turut didorong oleh optimalisasi algoritma rekomendasi berbasis model Gemini.

“Sistem rekomendasi kami mendorong pertumbuhan waktu tonton yang kuat di area monetisasi utama kami, seperti Shorts dan Living Room. Seiring kami memanfaatkan model Gemini, kami melihat peningkatan penemuan lebih lanjut,” papar Schindler.

Perilaku Konsumen Berperan Besar

Naiknya pendapatan YouTube Shorts juga berkaitan dengan perubahan tren belanja generasi muda. Survei Precise TV tahun 2025 terhadap 1.000 remaja di AS beserta orang tuanya menunjukkan bahwa:

Baca Juga  Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Otak: Mengapa Aktivitas Fisik Penting

51% remaja laki-laki melakukan pembelian setelah melihat iklan di YouTube Shorts

Bandingkan dengan TikTok yang berada di angka 44%

43% remaja perempuan membeli produk setelah melihat iklan di YouTube Shorts

Lebih tinggi sedikit dibanding TikTok yaitu 41%

Selain itu, 18% remaja meminta produk yang mereka lihat di YouTube kepada orang tua mereka, menunjukkan kekuatan YouTube sebagai platform penemuan produk dibanding pesaingnya.

Survei yang sama mencatat bahwa 66% remaja AS menonton YouTube Shorts secara rutin, dan 18% di antaranya menonton lebih dari 1,5 jam per hari.

Pendapatan YouTube Tumbuh Signifikan

Total pendapatan Alphabet pada kuartal Juli–September 2025 mencapai 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.668 triliun), mencetak rekor pendapatan kuartalan perusahaan.

Dari jumlah tersebut:

  • Pendapatan iklan YouTube mencapai 10,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 171 triliun), meningkat 15% year-on-year
  • Pendapatan layanan berlangganan YouTube (Premium, Music, YouTube TV) naik 21% YoY, mencapai 12,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 215 triliun)
  • Kontributor terbesar dalam layanan berbayar yang kini sudah melebihi 300 juta pelanggan adalah YouTube Premium dan Google One.

Phillip Schindler menegaskan bahwa pelanggan berbayar memberikan kontribusi pendapatan lebih besar dibanding pengguna gratis. Namun, YouTube memastikan tetap mengakomodasi kedua kelompok pengguna tersebut.

Data Nielsen menunjukkan bahwa YouTube masih menjadi platform video nomor satu di AS berdasarkan waktu tonton selama lebih dari dua tahun terakhir, mengungguli platform video lainnya.

Tren peningkatan pendapatan YouTube Shorts menunjukkan bahwa preferensi pengguna terhadap konten video singkat semakin menguat. Dengan dukungan algoritma dan perilaku belanja pengguna yang berubah, Shorts berpotensi menjadi salah satu pilar monetisasi utama YouTube ke depan. Namun, persaingan dengan TikTok dan platform video lainnya tetap akan berjalan ketat, sehingga inovasi dan strategi konten akan menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ini.(*)

Baca Juga  Cara Menghitung Jarak Aman Pengereman Mobil Saat Melaju Kencang
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *