Soeharto dan Gus Dur Masuk Daftar Calon Pahlawan Nasional, Jokowi Angkat Bicara

Arazone
By Arazone 3 Min Read

Bisiknews.com, Jakarta – Upaya pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar bagi Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Wacana pengusulan Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional memunculkan berbagai tanggapan, baik yang mendukung maupun yang menolak. Gelar ini dinilai sebagai bentuk penghormatan negara kepada mereka yang telah berperan dalam perjalanan sejarah bangsa.

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukungannya terhadap wacana tersebut. Ia menilai bahwa setiap pemimpin yang pernah memimpin negara memiliki kontribusi penting dalam pembangunan dan pemerintahan, terlepas dari dinamika dan penilaian masyarakat.

“Ya, setiap pemimpin baik itu Presiden Suharto maupun Presiden Gus Dur pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara,” ujar Jokowi, Kamis (6/11/2025).

Jokowi menekankan bahwa menghargai jasa para pemimpin tidak berarti menutup mata terhadap kekurangan. Menurutnya, setiap sosok yang pernah menjabat memiliki rekam jejak yang beragam dan perlu dilihat secara menyeluruh.

“Dan kita semuanya harus menghargai itu dan kita sadar setiap pemimpin pasti ada kelebihan dan pasti ada kekurangan,” lanjutnya.

Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Mengikuti Mekanisme Resmi

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa proses pemberian gelar Pahlawan Nasional tidak dapat dilakukan secara spontan, melainkan harus melalui pertimbangan mendalam.

“Dan pemberian gelar jasa terhadap para pemimpin itu juga melalui proses-proses melalui pertimbangan-pertimbangan yang ada dari tim pemberian gelar dan jasa,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa penilaian terhadap jasa Soeharto dan Gus Dur harus dilakukan secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Cara Mengubah PDF ke Word di HP Gratis Tanpa Watermark

24 Nama Masuk Daftar Prioritas Gelar Pahlawan Nasional

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, menyampaikan bahwa terdapat 24 nama calon pahlawan yang kini masuk dalam daftar prioritas seleksi.

“Dan sekarang tentu karena kita juga mendekati Hari Pahlawan, kita telah menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut Dewan GTK memerlukan, telah diseleksi, mungkin bisa menjadi prioritas,” ujarnya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Fadli Zon menambahkan bahwa semua nama yang diajukan telah memenuhi persyaratan administratif dan historis yang ditentukan.

Tokoh yang Diusulkan Termasuk Soeharto, Gus Dur, hingga Aktivis Marsinah

Sejumlah tokoh tercatat dalam daftar pengusulan, termasuk Soeharto, Gus Dur, dan aktivis buruh Marsinah. Namun, Fadli Zon enggan menjelaskan secara rinci apakah Soeharto berada dalam daftar prioritas utama, mengingat adanya pandangan berbeda di masyarakat terkait rekam jejak kepemimpinannya.

“Nanti kita lihatlah, ya. Untuk nama-nama itu memang semuanya, seperti saya bilang, itu memenuhi syarat, ya, termasuk nama Presiden Soeharto yang sudah tiga kali bahkan diusulkan,” kata Fadli Zon.

Wacana pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur masih berada dalam proses pertimbangan resmi yang dilakukan pemerintah. Meski menuai pro dan kontra, pemerintah menegaskan bahwa penilaian akan dilakukan secara objektif berdasarkan jasa, kontribusi, serta rekam jejak masing-masing tokoh terhadap bangsa Indonesia.(*)

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *