Wanita Batal Menikah Masuk RSJ, Kisah Viral Bunga Safa Jadi Sorotan Warganet

By Arazone 6 Min Read

Bisiknews.com, Jakarta – Fenomena kisah pribadi yang viral di media sosial kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah cerita tentang wanita batal nikah masuk RSJ mencuat dan menyebar luas. Unggahan itu berasal dari akun TikTok @bungaasafa yang menceritakan pengalaman emosional seorang perempuan bernama Bunga Safa Maulida atau Una.

Kisah ini menarik perhatian karena menggambarkan tekanan mental yang dialami seseorang ketika hubungan asmara berakhir mendadak, sesuatu yang kini banyak dicari warganet di media sosial.

Dalam beberapa hari terakhir, konten mengenai kisah batal menikah dan dampaknya terhadap kesehatan mental menjadi salah satu kata kunci populer. Banyak pengguna internet menelusuri isu ini seiring meningkatnya minat terhadap topik kesehatan mental dan pengalaman pribadi yang dibagikan di platform digital.

Cerita Una menjadi viral karena menunjukkan bagaimana tekanan emosional yang berat dapat membawa seseorang pada titik terendah, bahkan hingga harus menjalani perawatan intensif.

Melalui rangkaian videonya, Una menggambarkan bagaimana kisah cinta singkat yang berakhir pahit bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang. Cerita ini tidak hanya memantik empati, tetapi juga membuka diskusi baru mengenai kesehatan mental generasi muda yang sering menghadapi tekanan hubungan, rencana masa depan, dan ekspektasi sosial yang besar.

Unggahan Viral di TikTok: Awal Kisah Pilu

Akun TikTok @bungaasafa mengunggah foto berlatar biru yang menandai dimulainya perjalanan emosionalnya. Dalam narasinya, ia menggambarkan rencana pernikahan yang semula berjalan lancar, tetapi berubah menjadi pengalaman menyakitkan yang memaksanya menghadapi tekanan psikologis.

Ia menuliskan bahwa “ditinggalkan seseorang yang disayang membuat kondisi mental saya jatuh hingga harus dirawat di RSJ.” Unggahan tersebut menunjukkan tangannya yang terpasang infus, serta dirinya yang terbaring di ranjang rumah sakit. Gambar itu memperkuat perasaan pilu yang ia alami dan menjadi salah satu pemicu viralnya kisah tersebut.

Perjalanan emosional Una pun menjadi sorotan warganet yang mengaitkannya dengan pengalaman pribadi mereka. Banyak yang menilai bahwa kisah seperti ini bisa dialami siapa saja, terutama ketika harapan besar bertemu dengan kenyataan pahit dalam hubungan.

Membangun Kembali Hidup Setelah Masa Sulit

Setelah menjalani masa perawatan, Una mulai bangkit dan berupaya memperbaiki kondisi mentalnya. Pada usia 23 tahun, ia menekankan pentingnya fokus pada diri sendiri sebagai langkah awal pemulihan.

Salah satu hal yang mencuri perhatian publik adalah pengakuannya tentang penggunaan tabungan pernikahan yang sebelumnya disiapkan bersama mantannya. Ia menyampaikan bahwa dana tersebut akhirnya ia gunakan untuk bepergian dan menikmati hidup setelah putus. Pembahasan ini menjadi topik hangat di kolom komentar, dengan banyak netizen yang mendukung langkahnya untuk memulihkan diri dan mencari kebahagiaan baru.

Hubungan Singkat yang Berakhir Buruk

Pemilik akun bernama lengkap Bunga Safa Maulida ini tinggal di Jakarta Selatan dan berstatus sebagai mahasiswi. Ia mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sang mantan dimulai pada Juli 2025 dan berlangsung intens selama dua bulan.

“Kami menjalin hubungan sejak Juli 2025, dan beberapa hari setelah itu ia langsung menyampaikan niatnya kepada orang tua saya untuk melamar,” ujarnya. Langkah cepat sang kekasih membuat Una yakin bahwa impian menikah pada awal 2026 akan terwujud.

Namun, kenyataan berkata sebaliknya. Pada September 2025, hubungan yang mereka bina justru mengalami pertengkaran hebat. Una tidak menjelaskan detail penyebabnya, tetapi ia menyebut bahwa konflik itu memuncak hingga sang pria memutuskan hubungan.

Menurut pengakuannya, mantan kekasihnya merasa kehilangan jati diri dan waktu pribadi setelah menjalin hubungan intens. “Dia bilang ingin putus karena merasa tak lagi punya ruang untuk dirinya sendiri,” kata Una. Keputusan mendadak itu menghancurkan rencana pertunangan yang sudah mulai disusun dan membuat Una terpukul secara emosional.

Masuk RSJ Akibat Tekanan Mental

Setelah hubungan itu berakhir, kondisi psikologis Una semakin memburuk. Tekanan mental yang ia alami membuatnya harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) pada bulan yang sama.

“Di bulan itu juga saya harus dirawat di RSJ,” ujarnya dalam video lain. Kisah ini menggambarkan bagaimana tekanan dari hubungan yang kandas dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang secara signifikan.

Kini, Una menyampaikan bahwa dirinya telah berusaha fokus membangun kembali kehidupan. Ia bertekad mengejar impian yang sempat tertunda dan kembali menjalani aktivitas dengan kondisi mental yang lebih stabil.

Reaksi Publik dan Dukungan Netizen

Kisah wanita batal nikah masuk RSJ ini memicu banyak respons dari netizen. Banyak komentar berisi empati, penguatan, bahkan pengalaman serupa yang dialami pengguna lainnya.

“Allahu Akbar, untung dulu gue masih punya akal sedikit,” tulis akun @nnssmm.

“Namanya manusia, wajar kalau hancur perasaannya, kak,” ujar akun @khai.

“Lailahhh, ternyata ada yang lebih parah dari pengalaman gue,” tambah @chwrrypiee.

“Aku sampai ke ustaz loh gara-gara trauma gitu,” tulis pengguna lain.

Beberapa netizen juga menceritakan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan trauma hubungan, termasuk yang pernah diruqyah atau menjalani pengobatan alternatif akibat tekanan emosional.

Respons tersebut menunjukkan bahwa banyak orang memiliki pengalaman serupa, dan kisah Una menjadi cermin dari betapa seriusnya dampak tekanan emosional dalam hubungan.

Viralnya kisah Una menunjukkan betapa rentannya kesehatan mental ketika seseorang menghadapi kegagalan dalam hubungan, terutama ketika rencana besar seperti pernikahan mendadak berubah. Meski demikian, perjalanan pemulihannya memberikan pesan bahwa setiap orang berhak untuk bangkit dan memulai hidup baru setelah melalui masa sulit.

Cerita ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya dukungan sosial, kesadaran kesehatan mental, dan bagaimana tekanan hubungan dapat berdampak jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan.(*)

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version